Terkadang senja mengingatkan pada rumah, pada orang-orang yang membuat hati kita rindu untuk pulang.
-Iwok Abqory, Dandelion
Teruntuk teman-temanku yang berani mencontreng option tidak pulang. Tentu ada sebuah alasan yang melatarbelakangi, apapun itu entah karena mahalnya ongkos, nanggung karena UAS sebentar lagi dan lebih baik belajar di kos, atau bahkan yang menyenangkan adalah karena sudah dikunjungi orang tua di perantauan. Apapun alasan yang kalian miliki, Saya mengakui bahwa kalian hebat.
Teruntuk yang mempunyai alasan karena ongkos, Saya ucapkan selamat. Mengapa? Karena secara tidak sadar kalian telah mempunyai pola pikir yang jauh lebih dewasa daripada sebelumnya. Kalian sudah bisa memikirkan perasaan orang lain di atas perasaan kalian sendiri. Kalian sudah bisa merasa sungkan untuk meminta uang kepada orang tua karena kalian tahu bahwa orang tua tidak mungkin akan mengatakan "tidak" demi anak terkasihnya-yang mereka rindukan, untuk pulang melepas rindu.
Teruntuk yang mempunyai alasan nanggung karena sebentar lagi UAS, tetap semangat! Kalian tidak rindu sendirian, yang terkasih di rumah juga rindu. Ingatlah bahwa disetiap langkah kalian di perantauan ada doa, rindu, dan harapan yang menyatu dari orang tua tercinta di rumah.
Dan yang terakhir, teruntuk yang mencontreng option pulang-seperti saya, bukan berarti kita tidak bisa berpikir dewasa, pun bukan berarti kita tidak belajar untuk UAS. Tentu ada ribuan alasan, dibalik ratusan keadaan yang membuat kita ragu untuk pulang, yang membuat kita memilihnya bukan? Sebagai support system untuk UAS mungkin?
Pada intinya kita semua punya kebutuhan sendiri-sendiri bukan?
Komentar
Posting Komentar