Suasana malam hari di bus kali ini membuat Saya menjadi produktif. Didukung dengan lampu utama di dalam bus yang "berganti" shift dengan lampu biru dan kuning kecil untuk tetap menerangi ruang kecil berjalan ini.
Sejak bus ini berjalan, di dalam hati Saya terbesit perasaan yang mengganjal. Bukan, bukan tidak senang karena pulang. Bukan juga untuk pertanda buruk, pun bukan tidak tenang karena banyak tugas yang harus dikumpulkan setelah liburan ini. Perasaan ini seperti seorang anak kecil yang sedang berusaha mencari jati dirinya diperantauan yang juga sesak akan rindu terhadap rumah. Bagaimana ya cara mendeskripsikan melalui kata-kata. Intinya begitu lah.
Apakah kalian merasakan hal yang sama?
Sejak bus ini berjalan, di dalam hati Saya terbesit perasaan yang mengganjal. Bukan, bukan tidak senang karena pulang. Bukan juga untuk pertanda buruk, pun bukan tidak tenang karena banyak tugas yang harus dikumpulkan setelah liburan ini. Perasaan ini seperti seorang anak kecil yang sedang berusaha mencari jati dirinya diperantauan yang juga sesak akan rindu terhadap rumah. Bagaimana ya cara mendeskripsikan melalui kata-kata. Intinya begitu lah.
Apakah kalian merasakan hal yang sama?
Komentar
Posting Komentar