Dulu saat SD ketika Saya melihat atau mendengar kisah anak-anak seumuran Saya yang tidak seberuntung Saya, terutama dalam hal pendidikan, kerap membuat Saya menangis saat itu juga karena tersentuh dan di dalam hati kecil membuat Saya lebih banyak bersyukur kepada Allah, membuat Saya termotivasi dan sedikit berjanji kepada diri Saya sendiri untuk belajar jauh lebih keras lagi atau meninggalkan kebiasaan buruk seperti malas-malasan. Namun rasa itu hanya sementara dan perlahan menghilang, Saya pernah bertanya kepada Bapak dan Ibu bagaimana cara menumbuhkan rasa itu lagi, jawab beliau adalah "Yasudah diingat lagi saja kisahnya, kamu akan termotivasi lagi." Sudah, sudah Saya coba untuk mengingat lagi, termotivasi lagi tapi hanya secuil rasa. Selebihnya? Yasudah biasa saja. Sampai saat itu Saya sudah bosan apabila mendengar kisah seperti itu. Bukan berarti Saya tidak respect lagi dengan hal seperti itu. Tetap Saya dengarkan, Saya jadikan pelajaran untuk lebih banyak mengucap syuk...
Komentar
Posting Komentar