Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Rindu dan Doa

Mungkin ada cara lain untuk mengatasi kerinduan selain dengan pulang Bagaimana dengan doa? Tidak bisa saling bertemu mata, namun saling memendam rindu yang teramat dan diam-diam saling mendoakan Ya begitulah kira-kira yang mungkin sekarang terjadi kepada sebagian (besar) kawan-kawanku -yang mencontreng option tidak pulang, dengan orang tuanya Jauh lebih romantis bukan? Mengirimkan pesan rindu dengan melibatkan Yang Maha Kuasa? 

Sesuai Kebutuhan

Terkadang senja mengingatkan pada rumah, pada orang-orang yang membuat hati kita rindu untuk pulang. -Iwok Abqory, Dandelion Teruntuk teman-temanku yang berani mencontreng  option tidak pulang. Tentu ada sebuah alasan yang melatarbelakangi, apapun itu entah karena mahalnya ongkos, nanggung karena UAS sebentar lagi dan lebih baik belajar di kos, atau bahkan yang menyenangkan adalah karena sudah dikunjungi orang tua di perantauan. Apapun alasan yang kalian miliki, Saya mengakui bahwa kalian hebat.  Teruntuk yang mempunyai alasan karena ongkos, Saya ucapkan selamat. Mengapa? Karena secara tidak sadar kalian telah mempunyai pola pikir yang jauh lebih dewasa daripada sebelumnya. Kalian sudah bisa memikirkan perasaan orang lain di atas perasaan kalian sendiri. Kalian sudah bisa merasa  sungkan  untuk meminta uang kepada orang tua karena kalian tahu bahwa orang tua tidak mungkin akan mengatakan "tidak" demi anak terkasihnya-yang mereka rindukan, untuk pulang melep...

Mengapa Rasanya Berbeda?

Suasana malam hari di bus kali ini membuat Saya menjadi produktif. Didukung dengan lampu utama di dalam bus yang "berganti" shift dengan lampu biru dan kuning kecil untuk tetap menerangi ruang kecil berjalan ini. Sejak bus ini berjalan, di dalam hati Saya terbesit perasaan yang mengganjal. Bukan, bukan tidak senang karena pulang. Bukan juga untuk pertanda buruk, pun bukan tidak tenang karena banyak tugas yang harus dikumpulkan setelah liburan ini. Perasaan ini seperti seorang anak kecil yang sedang berusaha mencari jati dirinya diperantauan yang juga sesak akan rindu terhadap rumah. Bagaimana ya cara mendeskripsikan melalui kata-kata. Intinya begitu lah.  Apakah kalian merasakan hal yang sama?

Pemuda

Dear pemuda, yang masih terus berjalan, yang masih terus bertahan, yang masih terus berkeyakinan. Ingatlah. Deburan ombak tak 'kan membuatmu berhenti. Hujan badai tak menghentikan langkahmu ini. Panas terik mentari pun tak membuat keyakinanmu berganti. Yakinlah, Allah Maha Melihat, 'kan terus menilai yang telah kau buat. Semua akan terbayar di akhir nanti, pasti. 6 November 2018 -Teman SMA sekampus

Comeback

Assalamualaikum! Akhirnya terealisasi juga niat buat aktifin blog lagi. Ngga nyangka sebenernya blog ini usianya tepat 6 tahun yang lalu. Kebetulan banget ternyata dulu buat blog juga bulan Desember heheh. Sama sekali ngga inget kalo dulu bikin blognya Desember. Mungkin saat itu Saya sedang gabut, hampir sama lah ya kaya sekarang, cuma kalo sekarang banyak tugas tapi tetep aja ngerasa gabut. Jujur blog ini dulu ngga ada isinya sama sekali, tapi dilihat dari screenshoot di gambar terlampir, kok ada 37 kunjungan yah(?) Maap kalo tertypu karena blognya KOSONG MLOMPONG! karena bingung mau diisi apa, bimbang juga. Sekarang setelah melalui sepersekian pahit-manisnya hidup selama 6 tahun semenjak keisengan membuat blog, akhirnya Saya tau apa yang akan Saya post! yeyey! So, semoga ketika kalian main-main  ke blog Saya lagi bisa dapat "sesuatu" yang bermanfaat ya!